<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bimandiri Lembang</title>
	<atom:link href="http://bimandiri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bimandiri.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jul 2011 02:12:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bimandiri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bimandiri Lembang</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bimandiri.wordpress.com/osd.xml" title="Bimandiri Lembang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bimandiri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kunjungan Chairman Syngenta AG ke Bimandiri</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2009/09/11/kunjungan-chairman-syngenta-ag-ke-bimandiri/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2009/09/11/kunjungan-chairman-syngenta-ag-ke-bimandiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Bimandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Martin Taylor]]></category>
		<category><![CDATA[Syngenta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimandiri.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[CV Bimandiri, pemasok sayur mayur dan buah-buahan ke pasar modern, mendapat kunjungan dari perusahaan pemasok benih dan perlindungan tanaman, Syngenta. Tak tanggung-tanggung, yang kali ini datang berkunjung adalah Martin Taylor, Chairman Syngenta AG Kunjungan ke Bimandiri merupakan salah satu rangkaian &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2009/09/11/kunjungan-chairman-syngenta-ag-ke-bimandiri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=65&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-71" title="Martin Taylor" src="http://bimandiri.files.wordpress.com/2009/09/martin3.jpg?w=239&#038;h=300" alt="Martin Taylor" width="239" height="300" />CV Bimandiri, pemasok sayur mayur dan buah-buahan ke pasar modern, mendapat kunjungan dari perusahaan pemasok benih dan perlindungan tanaman, Syngenta. Tak tanggung-tanggung, yang kali ini datang berkunjung adalah Martin Taylor, Chairman Syngenta AG</p>
<p>Kunjungan ke Bimandiri merupakan salah satu rangkaian acara Martin di Indonesia. Dalam Kunjungannya ke Bimandiri, Martin didampingi Andrew Guthrie, Head of Syngenta Asia Pasifik, Henri Briggs, Head of Syngenta Asean, Dr. Iskandar Andinuhung, Staff Ahli Menteri Pertanian bidang Teknologi, dan pakar pertanian Dr. Farid Bahar. Hadir juga dalam kunjungan ini, para petani dan anggota kelompok tani mitra binaan Bimandiri.</p>
<p>Acara kunjungan Martin Taylor dan rombongan di Bimandiri, diawali dengan melihat lihat produk sayur dan buah yang selama ini dipasok oleh para petani dan kelompok tani mitra Bimandiri. Kunjungan juga dilakukan di ruang pengepakan dan pemrosesan sayur dan buah, untuk melihat dari dekat bagaimana sayur dan buah yang dikirim para petani dikemas sebelum kemudian didistribusikan ke supermarket. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi tentang kerjasama Bimandiri, kelompok tani dan Syngenta.</p>
<p>Martin memuji pencapaian Bimandiri, yang telah mendorong para petani mitra binaannya untuk menggunakan benih Syngenta, dan menghasilkan produk pertanian berkualitas. Martin juga salut dengan proses nilai tambah yang dilakukan Bimandiri, dengan mendesain dan melakukan pengemasan produk sayur dan buah sebelum dikirim ke supermarket. &#8220;Selamat atas pencapaian ini, disertai harapan, Syngenta dapat terus menjadi mitra para petani di Indonesia, untuk menghasilkan produk pertanian berkulitas saat ini dan di masa yang akan datang&#8221; ungkap Martin dalam sambutannya.</p>
<p>Senada dengan Martin, Dr. Iskandar Andinuhung, yang berkesempatan memberikan sambutan juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bimandiri. Iskandar menilai sudah sepatutnya Bimandiri mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas keberhasilan yang sudah dicapai. Iskandar juga berharap, pencapaian Bimandiri di bidang pemberdayaan pertanian, khususnya dalam hal kerjasama dengan para petani dan kelompok tani, dapat diduplikasi, sehingga muncul Bimandiri-Bimandiri lain di berbagai wilayah lain di Indonesia.</p>
<p>Di akhir kunjungan, Martin Taylor dan rombongan menyempatkan diri berfoto bersama dengan jajaran Manajemen Bimandiri. Terimakasih, atas kunjungannya dan sampai jumpa lagi.</p>
<p>Sedikit catatan tentang Martin Taylor :</p>
<p>Martin Taylor adalah Ketua Dewan Direksi, Ketua Komite dan Tanggung Jawab Korporasi Komite dan anggota Komite Kompensasi. Ia juga Ketua Yayasan Syngenta untuk Pertanian Berkelanjutan. Martin Taylor saat ini juga menjadi Wakil Ketua RTL Group SA. Sebelumnya martin menjadi seorang penasihat Goldman Sachs International (1999-2005), Ketua WHSmith plc (1999-2003) dan Chief Executive Officer Barclays plc (1993-1998) dan Courtaulds Tekstil (1990-1993).</p>
<p>Martin Taylor menggondol gelar dalam bahasa-bahasa oriental dari Oxford University.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=65&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2009/09/11/kunjungan-chairman-syngenta-ag-ke-bimandiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bimandiri.files.wordpress.com/2009/09/martin3.jpg?w=239" medium="image">
			<media:title type="html">Martin Taylor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2009/03/30/hello-world/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2009/03/30/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 13:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Kami adalah para pegiat usaha agribisnis yang terus berusaha meningkatkan usaha pertanian agar tumbuh menjadi usaha yang menyejahterakan. Mohon do&#8217;a dan dukungannya. Amin<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=1&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami adalah para pegiat usaha agribisnis yang terus berusaha meningkatkan usaha pertanian agar tumbuh menjadi usaha yang menyejahterakan. Mohon do&#8217;a dan dukungannya. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=1&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2009/03/30/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Staff Departemen Pertanian AS Ke Bimandiri</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2008/09/18/kunjungan-staff-departemen-pertanian-as-ke-bimandiri/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2008/09/18/kunjungan-staff-departemen-pertanian-as-ke-bimandiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 04:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amartabisma.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 13 September 2008, Bimandiri kedatangan tamu dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA- United States Departement of Agriculture). Perwakilan USDA yang berkunjung ke Bimandiri adalah John Dyck dan Andrea E. Wolvertoon, Ph.D. Keduanya merupakan staf Economic and Research Service (ERS-USDA). &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2008/09/18/kunjungan-staff-departemen-pertanian-as-ke-bimandiri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=54&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 13 September 2008, Bimandiri kedatangan tamu dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA- United States Departement of Agriculture).</p>
<p>Perwakilan USDA yang berkunjung ke Bimandiri adalah John Dyck dan Andrea E. Wolvertoon, Ph.D. Keduanya merupakan staf Economic and Research Service (ERS-USDA). Mereka berdua ditemani oleh Fahwani Y. Rangkuti, perwakilan USDA di Indonesia.</p>
<p>Dalam kunjunngan ke Bimandiri, tim USDA diterima oleh jajaran manajemen Bimandiri antara lain GM Operasional Sandredo, GM Adm dan Finance Denny Hidajat, Trisnaran dan Yudiman. Kunjungan ini dimanfaatkan kedua belah pihak untuk saling bertukar pengalaman, khususnya dalam bidang pembangunan pertanian di Indonesia dan Amerika Serikat.</p>
<p>Dedo membuka diskusi yang berlangsung hangat dan gayeng pada sabtu pagi itu dengan penjelasan singkat tentang Bimandiri. Sejarah pendirian, visi dan misi, kiprah Bimandiri, partisipasi Bimandiri dalam kegiatan pemberdayaan petani dan usaha pertanian, serta informasi terkait lainnya. sedangkan John Dyck dan Andrea secara bergantian juga menggali informasi terkait proses supply chain dari para petani ke Bimandiri hingga ke supermarket.</p>
<p>Diskusi menarik juga terjadi saat membahas strategi harga yang diterapkan oleh Bimandiri sebagai supplier supermarket, model transparent margin yang diterapkan Bimandiri agar para petani juga mengetahui setiap sen keuntungan dari usaha yang mereka tekuni. Model pembangunan pertanian ideal yang seharusnya dikembangkan di Indonesia tak luput dari pembahasan.</p>
<p>Usai diskusi, Andrea yang meraih Ph.D dalam bidang economic agriculture dari University of Missouri dan John, ingin juga melihat proses penanganan produk sayur dan buah di workshop Bimandiri. Di lokasi workshop, Andrea dan John cukup apresiatif dengan apa yang sudah dilakukan Bimandiri dengan kegiatan penanganan produk sayur dan buah sebelum dikirim ke supermarket.</p>
<p>Di akhir kunjungan, Direktur Bimandiri, Pepen Rivani turut bergabung dan berdiskusi singkat. Tak lupa kami berfoto bersama, sebagai kenang-kenangan. &#8220;Saya juga harus ambil foto untuk laporan saya ke Washington,&#8221; kata John.</p>
<p>Oke, John dan Andrea, terimakasih atas kunjungannya. semoga bermanfaat. (*)</p>
<div><span style="color:#0000ee;text-decoration:underline;"><a href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2008/09/dsc000482.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-55" title="dsc000482" src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2008/09/dsc000482.jpg?w=470&#038;h=313" alt="" width="470" height="313" /></a></span></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bimandiri.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bimandiri.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=54&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2008/09/18/kunjungan-staff-departemen-pertanian-as-ke-bimandiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2008/09/dsc000482.jpg?w=470" medium="image">
			<media:title type="html">dsc000482</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjual Sayur dan Buah Indonesia ke Singapura</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2008/06/13/menjual-sayur-dan-buah-indonesia-ke-singapura/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2008/06/13/menjual-sayur-dan-buah-indonesia-ke-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 00:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amartabisma.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 4 – 5 Juni 2008 lalu, bimandiri berkesempatan menghadiri seminar bisnis bertema : ”Enggaging Indonesia in Vegetables Export to Singapore”. Seminar ini diselenggarakan oleh Agri-Food and Veterinary Authority (AVA) of Singapore, dan difasilitasi KBRI Singapura. Jika di Indonesia, AVA &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2008/06/13/menjual-sayur-dan-buah-indonesia-ke-singapura/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=47&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Tanggal 4 – 5 Juni 2008 lalu, bimandiri berkesempatan menghadiri seminar bisnis bertema : ”Enggaging Indonesia in Vegetables Export to Singapore”. Seminar ini diselenggarakan oleh Agri-Food and Veterinary Authority (AVA) of Singapore, dan difasilitasi KBRI Singapura. Jika di Indonesia, AVA ini mungkin semacam Badan POM, namun dengan kewenangan yang lebih luas, karena melakukan beragam test untuk beragam jenis produk makanan berbasis nabati dan hewani sekaligus.</p>
<p>Krisis pangan yang melanda dunia beberapa waktu terakhir membuat pemerintah Singapura khawatir. Meski menjadi negara dengan pendapatan perkapita tertinggi di kawasan Asia Tenggara, tetap saja mereka dipusingkan oleh terbatasnya sumber pasokan produk pertanian yang dimiliki. Maklum, Singapura yang mengandalkan pendapatan mereka kepada bisnis jasa, wisata, dan keuangan, menjadikan mereka berkelimpahan. PDB Singapura mencapai US $ 28.284, kelima tertinggi di dunia. Dengan demikian, untuk urusan sayur dan buah, mereka bisa mengimpor dari negara mana saja sesuka mereka. Hingga tahun 2007, sebanyak 389,807 ton produk sayur dan buah singapura senilai S$ 350 juta merupakan produk impor. Hanya 19,07 ton yang merupakan produksi lokal.</p>
<p>Kebutuhan sayur dan buah Singapura selama ini dipasok dari Malaysia (Cameron Highland), dan Johor. Selain Malaysia, China dan Thailand secara kontinu memenuhi kebutuhan sayur dan buah negeri Singa ini. Indonesia? Nah ini dia, meski merupakan negara tetangga dekat, produk sayur dan buah Indonesia belum cukup mampu bicara banyak. Di Pasir Panjang Wholesale Center (pasar induk untuk sayur dan buah), hampir mayoritas produk sayur dan buah yang bisa ditemui datang dari Malaysia, Thailand, China, Australia, India dan Amerika Serikat. Hanya Kubis dari Medan, Sumatera Utara yang saat itu sedang diturunkan dari kontainer. Padahal jika merujuk pada data statistik impor/ekspor Singapura, pada 1991 ekspor sayur dan buah Indonesia mencapai 47,880 ton (14%). Angka ini turun menjadi hanya 25,280 ton (5,8%) di tahun 2005 dan naik sedikit 26,636 ton (6,5%) pada 2006.</p>
<p>Kembali ke seminar bisnis yang saya hadiri itu, pemerintah Singapura, merasa perlu membuka sumber-sumber pasokan baru, agar kebutuhan sayur dan buah mereka terpenuhi. Malaysia, jelas tak bisa lagi dijadikan satu-satunya andalan. Apalagi setelah Johor, salah satu kawasan pemasok sempat dilanda banjir, yang membuat pasokan sayuran ke Singapura terhenti beberapa saat. Mengantisipasi hal ini, termasuk bencana krisis pangan yang membayang di depan mata, Singapura segera saja mencari sumber pasokan lain. Indonesia, negara tetangga yang posisinya berhadapan muka, dengan pasokan sayur buah melimpah jelas harus jadi prioritas pertama.</p>
<p>Maka hadirlah di seminar bisnis tersebut, para pelaku usaha pertanian asal Indonesia, dan para buyer/trader/importir sayuran dan buah asal Singapura. Selain para pejabat KBRI, Pemerintah Indonesia mengutus staf Ahli Menteri Pertanian Dr. Delima Hasari Azahari untuk menjadi salah satu pembicara kunci. Pembicara lain, Nurul Ichwan, Kepala Kantor Perwakilan BKPM RI di Singapura, Mr. Leslie Cheong dari AVA, dan Mrs Lam juga dari AVA. Ada juga Mrs. Angeline Suparto, praktisi hukum yang bicara tentang seluk beluk regulasi dan aspek legal dalam bidang investasi khususnya investasi agribisnis di Indonesia. Ketua Asosiasi Eksportir/Importir Sayur dan Buah Singapura (SFVIA), Mr. Tay Khiam Back, berbicara tentang ekspektasi buyer terhadap produk sayur dan buah yang akan diimpor oleh Singapura</p>
<p>Peserta asal Indonesia datang dari berbagai daerah. Saya (CV Bimandiri) dan Komar Mulya (PT Alamanda Utama Sejati) mewakili Jawa Barat. Ada Pak Nasikin dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Timur, Pak Eddy Antoro pemilik usaha agrowisata Kusuma beserta istrinya, ada Pak FX Suwarto seorang aktifitas LSM pertanian yang gigih menawarkan model pertanian berkelanjutan dan bernilai ekonomis tinggi. Dari Sumatera, ada Pak IGK Sastrawan, Dirut PD Agromadear, BUMD asal Simalungun Sumut, juga para pengusaha asal Kepri, Bu Netty Darsono pengurus Kadin Batam, Budimulyono Widyaatmadja, eskportir buah dan sayur asal Jakarta, serta Pak Ir. Soekam Purwadi dari Dinas Pertanian Magelang.</p>
<p>Pada saat dikusi panel di sesi pagi seminar, Bu Hj. Delima, sebagai &#8220;official Indonesian government&#8221; dicecar dan dihujani banyak pertanyaan seputar kebijakan dan regulasi bidang pertanian. Beruntung, beliau cukup tangkas dan taktis menjawab berbagai pertanyaan termasuk keluhan dari Mr. Hans Bijlmer, Dirut PT Strawberindo Lestari, yang berkeluh kesah tentang prosedur dan regulasi pengadaan pupuk yang menurutnya membingungkan.</p>
<p>Apresiasi positif mungkin patut disampaikan kepada Nurul Ichwan, Kepala kantor perwakilan BKPM. Lewat presentasinya yang menarik, menghibur, dan disampaikan dalam bahasa Inggris yang fasih, Nurul berbicara tentang potensi investasi bagi para pengusaha Singapura di Indonesia. Nurul mungkin bisa menjadi model pejabat Indonesia di luar negeri, yang bekerja all out menjual dan mempromosikan Indonesia, meski wajah Indonesia di mancanegara sudah terlanjur tercoreng moreng. Dua hari kemudian, dalam diskusi yang lebih intens di kantornya yang nyaman di Raffles Tower kawasan City Hall, saya dan Nurul bertukar pikiran tentang upaya memasarkan produk pertanian Indonesia khususnya Jawa Barat di Singapura, mencoba mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi, serta &#8211; ini yang penting &#8211; menghubungkan kami dengan jejaring bisnisnya yang tersebar di Singapura.</p>
<p>Usai seminar, malam harinya kami dijamu makan malam oleh Pak Dubes Wardhana di KBRI di kawasan Chasworth. Dalam sambutannya, Pak Dubes mengucapkan terimakasih atas kesediaan para buyer Singapura dalam menjalin hubungan yang lebih intens dengan para pelaku usaha pertanian Indonesia. KBRI, kata dubes, akan senantiasa mendorong dan memberikan akses yang seluas-luasnya kepada upaya dagang yang dilakukan oleh para pelaku usaha dari kedua negara.<br />
<a href="http://bp2.blogger.com/_tUrDlBA_ZOQ/SFG6f6gseFI/AAAAAAAAABQ/zrX3KedPqi8/s1600-h/seminar+fruits+and+vegetables+091.JPG"><img style="float:right;cursor:hand;margin:0 0 10px 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_tUrDlBA_ZOQ/SFG6f6gseFI/AAAAAAAAABQ/zrX3KedPqi8/s200/seminar+fruits+and+vegetables+091.JPG" alt="" border="0" /></a><br />
Esoknya, kami melakukan kunjungan lapangan ke beberapa tempat. Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Pasir Panjang Wholesale Center, alias Pasar Induk Singapura. Di sini, kami melihat dari dekat proses bongkar muat produk sayur dan buah yang datang dari seluruh penjuru dunia. Produk buah dan sayur yang masuk ke pasir panjang umumnya datang dari Malaysia (Cameron Highland untuk sayuran dataran tinggi), Thailand (buah-buahan), India, Australia, dan Amerika Serikat. Produk sayur Indonesia yang berhasil “lolos” masuk Pasir Panjang adalah kubis, dari Medan Sumatera Utara. Ini bisa dikenali karena setelah dikeluarkan dari kontainer, kubis dibungkus koran berbahasa Indonesia.</p>
<p>Di Pasir Panjang, setiap kemasan buah dan sayur, dilengkapi dengan label informasi produk. Label ini penting untuk melakukan penelusuran produk jika nantinya terjadi sesuatu. Petugas AVA, secara rutin mengumpulkan sampel setiap produk buah dan sayur untuk dikirim ke laboratorium AVA untuk diteliti. Kunjungan di Pasir Panjang diakhiri oleh sesi diskusi dan makan siang.</p>
<p>Dari Pasir Panjang, kami menuju AVA Laboratory Test di kawasan Lim Cu Kang Agri Biopark. Di Fasilitas laboratorium yang lumayan jauh dari pusat kota singapura ini, kami melihat dari dekat proses penelitian sample untuk produk sayur dan buah yang akan dipasarkan di Singapura. AVA melakukan dan menerima permintaan test untuk beragam spektrum resiko kimiawi dan mikrobiologis. Termasuk untuk racun yan terdapat dalam bahan pangan, organisme dan unsur kimia berbahaya, hingga racun.</p>
<p>AVA Laboratory Test menerima dan meneliti sekitar 250 sampel produk sayur dan buah setiap harinya. Untuk setiap sampel yang diteliti dibutuhkan waktu delapan jam, hingga dinyatakan negatif dan aman untuk dipasarkan/dikonsumsi. Hal yang paling utama untuk produk sayur dan buah yang akan dipasarkan di Singapura adalah residu pestisida yang harus berada di ambang minimal, dan tidak adanya racun/kandungan berbahaya lain ditemukan dalam produk sayur dan buah. Semua proses dilakukan secara moderen dan komputerisasi. AVA Pesticide Residue Lab yang memiliki fasilitas bernilai sekitar Rp 15 miliar ini tidak mengenakan tarif untuk setiap sampel tes yang diajukan oleh para importir sayur dan buah/petani singapura, alias gratis.</p>
<p>Usai meninjau AVA Res. Pest. Lab, kami menungunjungi Kok Fah Technology Farms di kawasan Sungei Tengah. Di sini, kami melihat Mr. Wong Kok Fah, pengelola lahan pertanian menanam beragam sayuran seperti kangkung, bayam, caisim, kailan dan lidah buaya. Kok Fah Farm memiliki packing house, dengan fasilitas precooling system dan cold room yang beroperasi selama 24 jam.</p>
<p>Lahan pertanian yang dikelola Kok Fah meliputi areal seluas 4 hektare, dan dilengkapi jaring pelindung serangga. Kok Fah menyuplai sekitar 4-5 ton sayuran segar setiap harinya ke Fair Frice, jaringan supermarket milik pemerintah. Hasil sayuran produksi sendiri sekitar 900 kg perhari. Sisanya, produk sayuran impor.</p>
<p>Dari Kok Fah, kami melanjutkan perjalanan ke Fresh Food Distribution Center yang merupakan pusat penyimpanan produk sayuran, buah dan makanan segar milik jaringan supermarket Cold Storage. Fasilitas yang dimiliki Cold Storage ini adalah cold room raksasa yang mampu menyimpan lebih dari 8 ton jenis produk sayur dan buah dalam suhu konstan 8 derajat celcius. Produk yang tersimpan di FFDC ini setiap harinya dikirim ke lebih dari 100 gerai di seluruh Singapura.</p>
<p>Kunjungan ke Singapura ini, setidaknya memberikan harapan akan potensi pemasaran produk buah dan sayuran Indonesia khususnya Jawa Barat ke Singapura. Intinya, pasar Singapura masih terbuka luas untuk dimasuki beragam produk sayur dan buah unggulan. Syaratnya lolos test AVA untuk residu pestisida, memenuhi aspek keamanan pangan yang dapat dicapai melalui cara-cara bertani yang baik (GAP), produk dikemas secara modern dan memenuhi syarat-syarat pengemasan standar, serta pengiriman konsisten sesuai kontrak yang disepakati. Jadi tunggu saja, mudah-mudahan dalam waktu dekat produk sayur dan buah Indonesia akan segera membanjiri singapura. Semoga.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bimandiri.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bimandiri.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=47&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2008/06/13/menjual-sayur-dan-buah-indonesia-ke-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_tUrDlBA_ZOQ/SFG6f6gseFI/AAAAAAAAABQ/zrX3KedPqi8/s200/seminar+fruits+and+vegetables+091.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bandung Spice Fest 2007</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2007/12/12/bandung-spice-fest-2007/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2007/12/12/bandung-spice-fest-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 16:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amartabisma.wordpress.com/2007/12/12/bandung-spice-fest-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 8 Desember lalu, CV Bimandiri, turut berpartisipasi dalam acara Bandung Spice Fest 2007. Acara ini diselenggarakan oleh Kerukunan Usaha Kecil Menengah Indonesia (KUKMI) Jawa Barat, Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB), dan Indonesian Business Link (IBL). Bandung Spice Fest 2007 &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2007/12/12/bandung-spice-fest-2007/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=46&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Tanggal 8 Desember lalu, CV Bimandiri, turut berpartisipasi dalam acara Bandung Spice Fest 2007. Acara ini diselenggarakan oleh Kerukunan Usaha Kecil Menengah Indonesia (KUKMI) Jawa Barat, Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB), dan Indonesian Business Link (IBL).</p>
<p>Bandung Spice Fest 2007 menggabungkan beragam kegiatan, diantaranya pameran produk-produk UKM, pentas seni dan musik, serta business gathering. Sekitar 60 peserta yang kebanyakan adalah para UKM dari berbagai daerah di Jawa Barat berpartisipasi dalam kegiatan ini.</p>
<p><a title="senja.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/12/senja.jpg"><img style="width:358px;height:254px;" src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/12/senja.jpg?w=293&#038;h=242" alt="senja.jpg" width="293" height="242" /></a></p>
<p><strong>Stan Bimandiri di Bandung Spice Fest 2007</strong></p>
<p>Dalam kegiatan ini, Bimandiri menampilkan beberapa produk unggulan, diantaranya beragam produk sayur mayur dan buah yang selama ini sudah secara rutin dipasok ke pasar modern. Bimandiri juga menampilkan beberapa produk unggulan baru yang merupakan hasil kerjasama dengan para petani di berbagai daerah, diantaranya Sisik Naga Indomerapi (Salak Pondoh Super Sleman), yang cukup laris dan diminati pengunjung. Bimandiri juga menawarkan produk jamur merang dalam kemasan cup, sekaligus produk olahannya berupa kripik jamur (straw mushroom).</p>
<p>Produk lain yang juga cukup banyak menarik perhatian pengunjung sekaligus laris manis adalah baby fish. Produk ikan olahan ini merupakan kerjasama Bimandiri dengan para petani ikan baby di daerah Singaparna Tasikmalaya. Para pembelinya beragam produk Baby Fish cukup beragam, sejak anggota DPRD Kab. Bandung Barat, Ibu Yanti Kustur, Ibu Rita Koentjoro, dan Ibu Dhani dari IBL, Bapak Dwi Larso PHD, (Dosen Pasca Sarjana ITB, dan Direktur CIEL), serta masyarakat pengunjung lainnya. Alhamdulillah, produk baby fish &#8211; yang akan menjadi crispy dan kriuk-kriuk setelah digoreng &#8211; cukup dapat diterima pengunjung.</p>
<p>Untuk alasan kepraktisan, beberapa orang sebenarnya berharap dapat membeli produk baby fish yang sudah digoreng. Namun, karena yang kami sediakan hanya untuk sampel, pengunjung akhirnya tetap membeli untuk mencoba menggoreng sendiri di rumah.</p>
<p>Tak hanya ikan, produk buah-buahan yang ditawarkan Bimandiri juga mendapat respon yang cukup baik. Ubi Cilembu matang, yang pada awalnya hanya disajikan sebagai sampel, habis dalam hitungan menit. Beberapa orang pengunjung bahkan ingin membeli lebih banyak. Sayang kami tak menyediakan ubi bakar cilembu dalam jkumlah banyak. Ada diantara pengunjung yang bertanya apakah Ubi yang disajikan Bimandiri merupakan Ubi Asli van Cilembu? bukan ubi jadi-jadian, atau ibu yang disuntik cairan gula biar hasilanya manis? Tentu saja ubi yang kami tawarkana dalah ubi cilembu. Kami bekerjasama dengan petani ubiu di cilembu sumedang dalam kegiatan pola tanam, sekaligus pemasarannya.</p>
<p><a title="lex-laksamana.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/12/lex-laksamana.jpg"><img style="width:370px;height:262px;" src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/12/lex-laksamana.jpg?w=596&#038;h=513" alt="lex-laksamana.jpg" width="596" height="513" /></a></p>
<p><strong>Pak Sekda mencicipi Produk Bimandiri</strong></p>
<p>Kami juga mendapat kunjungan kehormatan Sekretaris Daerah Jawa Barat  Bapak Lex Laksamana yang berkesempatan meninjau stand Bimandiri sekaligus mencicipi produk jamur keripik Okano. Beliau didampingi antara lain oleh Ibu Tety Kadi dari Kukmi Jabar, selaku penyelenggara pameran. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dedi Haryadi dari Seksi Perekonomian Kedubes RI di Singapura, Bapak Setyadi Ongkowidjaja Chairman dan Board Advisor Indonesia Business Centre di Singapura, atas kunjungan dan saran-saran pengembangan usaha yang diberikan. Ucapan terimakasih secara khusus, kami sampaikan kepada Mas Marius Wiwed, Boss Perusahan kaos C59 sekaligus Chairman YES (Yang Edan Sukses, ini versi Mas Wiwied, singkatan resminya ; Young Enterpreneurs Startup) yang bersama Mbak Maria menyengajakan diri untuk datang meninjau pada hari jumat tengah malam, saat kami melakukan persiapan</p>
<p>Mudah-mudahan  kesempatan pameran ini dapat menjadi salah satus sarana bagi Bimandiri dan Amarta Bisma untuk meningkatkan jejaring, memperluas hubungan, serta menciptakan pasar-pasar baru. Dengan demikian, Bimandiri dan Amarta Bisma dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para petani, dan pemangku kepentingan sektor agribisnis lainnya. amin.</p>
<p>Sampai bertemu di Bandung Spice Fest tahun depan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bimandiri.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bimandiri.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=46&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2007/12/12/bandung-spice-fest-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/12/senja.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">senja.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/12/lex-laksamana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lex-laksamana.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surya Agung Saputra ; Sukses Petani Salak Pondoh</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/28/surya-agung-saputra-sukses-petani-salak-pondoh/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/28/surya-agung-saputra-sukses-petani-salak-pondoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 23:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitra Usaha Kami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amartabisma.wordpress.com/2007/11/28/surya-agung-saputra-sukses-petani-salak-pondoh/</guid>
		<description><![CDATA[Buah Salak adalah salah salah satu buah lokal asli Indonesia. Buah dengan rasa manis kesat, dan segar ini memiliki beberapa varietas. Namun, salak unggulan yang umum dikenal adalah salak pondoh yang dibudidaya oleh para petani salak di daerah Turi, Cangkringan, &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/28/surya-agung-saputra-sukses-petani-salak-pondoh/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=39&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buah Salak adalah salah salah satu buah lokal asli Indonesia. Buah dengan rasa manis kesat, dan segar ini memiliki beberapa varietas. Namun, salak unggulan yang umum dikenal adalah salak pondoh yang dibudidaya oleh para petani salak di daerah Turi, Cangkringan, Tempel dan Pakem Kabupaten Sleman.</p>
<p>Nah, salah seorang petani yang cukup berhasil dalam usaha budidaya salak, adalah Surya Agung Saputra. Petani muda ini, telah sejak lama menggeluti budidaya salak. Maklum, selain lahir di daerah penghasil salak, keluarga besar Agung adalah juga petani pembudidaya salak.</p>
<p><a title="cimg0018.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg0018.jpg"><img style="width:207px;height:257px;" src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg0018.jpg?w=355&#038;h=418" alt="cimg0018.jpg" width="355" height="418" /></a></p>
<p><strong>Surya Agung Saputra, ST. Petani Salak Sukses dari Turi Sleman</strong></p>
<p>Sedari kecil, Agung telah berkenalan dengan salak. Menurut Agung, pada awalnya, para petani membudidayakan jenis salak lokal, atau biasa disebut salak jawa, yang umumnya berasa kecut dan tumbuh liar. Namun, sejak 1974, varietas salak pondoh, yang merupakan varietas asli asal Turi mulai dikembangkan oleh Mbah Tomo, yang masih terbilang keluarga Agung.</p>
<p>Salak pondoh asal Sleman memiliki kekhasan karena dibudidaya di lereng gunung merapi yang kaya abu vulkanik, dan berjenis regosol/pasir. Kondisi inilah yang membedakan salak PSS dengan salak dari daerah lain. Selain itu, dibanding salak lain, salak PSS memiliki keawetan dan kesegaran yang lebih lama, dan warna buah yang lebih cerah.</p>
<p>Sejak saat itu, budidaya salak pondoh kemudian berkembang semakin pesat. Sejak 1980an, beberapa kelompok tani mulai terbentuk, dan usaha salak pun diarahkan ke sektor agrowisata pada dekade 1990an. Masa kejayaan petani salak terjadi pada tahun 1985 &#8211; 1995. Saat itu, para petani salak menikmati harga penjualan yang cukup tinggi. Saat itu harga satu kg salak, sebanding dengan 10 &#8211; 15 kg beras. Namun, krisis ekonomi yang terjadi di akhir tahun 1997 memupus kejayaan itu.</p>
<p>Terdorong oleh semakin turunnya posisi tawar petani akibat harga jual yang tidak menentu, Agung yang lulus sebagai Sarjana Teknik Industri dari Universitas Islam Indonesia tahun 2000 mendirikan CV Surya Alam Sejahtera (SAS) Indomerapi, pada 2002. Lewat perusahaan ini, Agung selain menjadi petani pembudidaya juga membangun kemitraan dengan kelompok tani yang lain, serta memasarkan produk salak sleman dan turunannya.</p>
<p>Salah satu upaya pemasaran yang dikerjakan SAS Indomerapi adalah dengan mengembangkan agrowisata kebun salak, dengan mengajak para petani lain untuk membuka kebun salak untuk tak hanya menjadi kawasan produksi, juga sebagai lokasi wisata, penelitian dan pelatihan budidaya. Di lokasi wisata agro ini, para wisatawan yang berkunjung dapat langsung memetik buah salak langsung dari pohonnya.</p>
<p>Usaha Kebun Wisata Salak Pondoh yang pertama dibuka adalah kebun milik keluarga seluas 3 ha. Seiring model pemasaran getok tular, tingkat kunjungan ke kebun keluarga ini semakin meningkat.  Tingginya tingkat kunjungan ke kebun wisata keluarga ini, telah membantu meningkatkan penjualan salak pondoh.</p>
<p>Belajar dari sukses ini, Agung juga menjajagi kerjasama dengan Pemda Kab. Sleman untuk mengembangkan kawasan agropolitan yang meliputi kawasan budidaya salak pondoh tak hanya di Kecamatan Turi, melainkan juga di Cangkringan, Tempel, dan Pakem.</p>
<p>Tuntutan pasar yang semakin berkembang membuat Agung menjalankan beberapa inovasi budidaya. Salah satunya adalah dengan mengembangkan usaha budidaya salak organik. Selain target pasar yang tidak lagi hanya menyasar pasar tradisional, juga kini merambah pasar modern, dan kesadaran konsumen yang menginginkan produk-produk sehat, menjadi salah satu dasar pertimbangan budidaya salak organik. Menyikapi hal ini, sejak 1995 proses budidaya di kebun keluarga telah dijalankan tanpa menggunakan pupuk kimia, dan sejak tahun 2000 telah dibuka kebun khusus untuk salak organik.</p>
<p>Hal lain yang menjadi perhatian Agung adalah pentingnya pemberian merek pada produk salak pondoh asal Sleman. Bagaimanapun, merek diperlukan untuk menjadi pembeda produk salak pondoh Sleman dengan salak dari daerah lain. Sejak tahun 2002, merek &#8220;Pondoh Super Sleman&#8221; (PSS) mulai digunakan untuk produk salak pondoh yang dipasarkan Agung. Singkatan nama ini juga memiliki kesamaan dengan klub sepakbola kebanggan masyarakat Sleman.  Kesamaan ini, buat Agung adalah peluang. Setiap klub tamu yang menjadi lawan PSS Sleman, senantiasa dikirimi Agung salak PSS juga.</p>
<p>Saat ini, produk Salak PSS sudah menjangkau pasar modern, diantaranya ke supermarket Hero, Hypermart, Carrefour. Namun karena musibah gempa dan kemarau panjang, pasokan untuk pasar modern sempat terhenti, namun kini telah berjalan kembali.</p>
<p>Sekarang ini, Agung melalui SAS telah menjalin kerjasama dengan Bimandiri (<em>afiliate company</em> Amarta Bisma) untuk kegiatan pemasaran dan pengembangan usaha. Salah satunya adalah dukungan Bimandiri untuk menjadikan produk salak PSS seagai produk filiere (CQL) Carrefour. Kegiatan ini mencakup teknik budidaya yang baik (GAP), dan pendokumentasian proses budidaya. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi SAS untuk menjadi pemimpin pasar produk pertanian organik dan penyedia layanan rural tourism.</p>
<p><a title="cimg0015.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg0015.jpg"><img style="width:437px;height:325px;" src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg0015.jpg?w=503&#038;h=414" alt="cimg0015.jpg" width="503" height="414" /></a></p>
<p><strong>Surya Agung dan Denny Hidajat di Saung Amarta Bisma Lembang</strong></p>
<p>Selain melayani pemesanan salak organik, melalui SAS Indomerapi, Agung juga menerima pemesanan bibit salak pondoh, kontrak pembuatan kebun salak, konsultasi, studi dan pelatihan pertanian, pembuatan kerajinan dari kulit dan biji salak, dan mengembangkan tour ke desa dan <em>homestay</em> Desa Wisata.</p>
<p>Menikah dengan Ari Erta Kumala, SS, alumni Sasra Perancis UGM yang dikenalnya saat kuliah, kebahagiaan Agung sebagai petani salak saat ini semakin lengkap dengan kehadiran dua orang buah hati ; Aulia Zahra Amalia (4 th) dan Tahta Kautsar Muhammad. (1 bln). (*)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bimandiri.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bimandiri.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=39&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/28/surya-agung-saputra-sukses-petani-salak-pondoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg0018.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cimg0018.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg0015.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cimg0015.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Strategi ”Harga Heboh” Hypermarket</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/27/mengintip-strategi-%e2%80%9dharga-heboh%e2%80%9d-hypermarket/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/27/mengintip-strategi-%e2%80%9dharga-heboh%e2%80%9d-hypermarket/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 11:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Our Points of View]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amartabisma.wordpress.com/2007/11/27/mengintip-strategi-%e2%80%9dharga-heboh%e2%80%9d-hypermarket/</guid>
		<description><![CDATA[ Oleh : Wildan Ekapribadi (*) Pasar modern seperti hypermarket menerapkan strategi Everyday Low Prices (EDLP) yang dikombinasikan dengan strategi leader pricing, multiple unit pricing, price bundling, odd pricing, dan price lining untuk meningkatkan lalulintas konsumen dan penjualan barang pelengkap di &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/27/mengintip-strategi-%e2%80%9dharga-heboh%e2%80%9d-hypermarket/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=37&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/wildan.jpg" title="wildan.jpg"><img src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/wildan.thumbnail.jpg?w=500" alt="wildan.jpg" /></a> <strong>Oleh : Wildan Ekapribadi (*)</strong></p>
<p>Pasar modern seperti hypermarket menerapkan strategi Everyday Low Prices (EDLP) yang dikombinasikan dengan strategi leader pricing, multiple unit pricing, price bundling, odd pricing, dan price lining untuk meningkatkan lalulintas konsumen dan penjualan barang pelengkap di dalam toko.</p>
<p>Harga rendah di hypermarket merupakan aplikasi ‘Everyday Low Price’ (EDLP) yang biasa diaplikasikan peritel dengan biaya operasional rendah dan pelayanan minimum. Strategi EDLP menekankan harga jual normal yang berkisar antara harga normal dan harga promosi ritel pesaing.  EDLP berguna memperluas cakupan segmen pasar yang bisa dijangkau dan memungkinkan peritel hypermarket untuk menjangkau konsumen hampir dari seluruh strata sosial yang ada di masyarakat. Strategi ini sangat efektif diaplikasikan di Indonesia, yang mayoritas konsumennya berasal dari kalangan menengah bawah dan umumnya sangay peduli pada harga (price sensitive). Lewat strategi ini, sangatlah wajar jika banyak konsumen pasar tradisional kemudian beralih menjadi pelanggan hypermarket.</p>
<p>Buyer di hypermarket mempergunakan dua metode penetapan harga, yaitu metode biaya dan permintaan. Metode biaya menekankan penyusunan harga jual untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, sedangkan metode permintaan menekankan konsistensi peritel terhadap citra yang ingin dibangun dengan mempertimbangkan tuntutan konsumen. Buyer mengombinasikan kedua metode tersebut sesuai dengan situasi persaingan.</p>
<p>Manfaat kombinasi dua metode tersebut bagi manajemen hypermarket adalah :</p>
<p>1. Membangun image/citra gerai hypermarket sebagai gerai yang menawarkan harga rendah.</p>
<p>2. Memaksimalkan keuntungan pada saat gerai ritel pesaing menawarkan harga jual yang lebih tinggi.</p>
<p>Komponen utama dalam menentukan harga dengan menggunakan metode biaya adalah harga pokok pembelian dan  gross margin yang ditetapkan. Sedangkan komponen aplikasi metode permintaan adalah harga jual pesaing di pasaran umum.</p>
<p><strong>Struktur Penetapan Harga</strong></p>
<p>Memanfaatkan kekuatan tawar menawar yang dimiliki, para buyer ritel bernegosiasi dengan pemasok untuk memperoleh diskon, rabat, insentif, komisi, dan bonus barang untuk setiap pembeliannya. Diskon yang diperoleh buyer tidak terbatas hanya pada diskon reguler sebagaimana pedagang pasar. Didukung kekuatan pembelian yang dimilikinya, buyer memperoleh sejumlah diskon tambahan yang akan menekan harga pokok pembelian.</p>
<p>Alhasil, dengan harga pokok pembelian yang rendah, mampu memberikan keleluasaan kepada buyer untuk meyusun harga jual sesuai dengan tingkat keuntungan yang diinginkan dan melakukan penyesuaian terhadap harga jual pesaing sebagai parameter permintaan pasar.Ini juga terkait dengan tingkat keuntungan yang ditetapkan jajaran top manajemen perusahaan ritel yang disesuaikan dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan. Untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, buyer akan menggunakan rasio tingkat perputaran barang sebagai salah satu parameter dalam menyusun harga jual. Rasio perputaran barang menentukan besarnya nilai investasi yang harus dikeluarkan perusahaan ritel dalam bentuk persediaan untuk mencapai tingkat penjualan tertentu. Semakin tinggi nilai rasio perputaran suatu item produk, semakin cepat arus keluar-masuk produk tersebut di dalam gerai. Kondisi ini membuat investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk produk tersebut dapat ditekan serendah mungkin.</p>
<p>Persentase gross margin yang rendah akan diterapkan buyer untuk produk yang memiliki karakter tingkat perputaran cepat dengan investasi persediaan rendah. Demikian pula sebaliknya. Besarnya persentase gross margin yang diterapkan pada setiap kategori produk berbeda satu sama lain. Persentase gross margin yang relatif rendah biasanya diterapkan buyer terhadap produk yang memiliki karakter brand image kuat, tingkat perputaran yang cepat, serta shrinkage rendah. Sedangkan persentase gross margin yang relatif tinggi biasanya diterapkan buyer terhadap produk dengan karakter sebaliknya atau produk yang diolah sendiri di dalam gerai.Persentase gross margin tertinggi diterapkan buyer untuk kategori produk bakery dan makanan siap santap (ready to eat), yaitu produk yang diolah sendiri di dalam gerai. Persentase gross margin untuk kedua kategori produk tersebut berkisar antara 30 – 70%.</p>
<p>Meningkatnya suhu persaingan bisnis ritel beberapa tahun terakhir, telah menimbulkan perubahan karakter terhadap produk pada kategori alat-alat elektronik (appliances). Jika pada dekade sebelumnya buyer menetapkan persentase gross margin yang relatif tinggi untuk kategori produk ini (berkisar 20 – 35%), namun dengan kondisi persaingan saat ini dan berubahnya karakter kategori produk ini yang semula ‘slow–moderate moving’ menjadi kategori produk ‘moderate-fast moving’, memaksa manajemen hypermarket untuk menetapkan persentase gross margin yang lebih rendah dari sebelumnya dengan kisaran 8 – 25%. Parameter terakhir buyer dalam menyusun harga jual adalah harga jual di pasaran umum dan harga jual gerai ritel pesaing. Ketika buyer memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk tersebut beserta target gross margin yang telah ditetapkan oleh top manajemen, buyer akan memperhitungkan tingkat harga jual pesaing sebagai salah satu parameter permintaan pasar. Hal inilah yang merupakan dasar digunakannya metode berorientasi permintaan.<strong> </strong></p>
<p><strong>Strategi ”Harga Heboh”di Hypermarket</strong></p>
<p>”Harga Heboh” merupakan implementasi program promosi penjualan yang menekankan harga jual sangat rendah terhadap item promosi. ‘Harga heboh’ merupakan strategi penetapan harga yang umum dikenal sebagai ‘Leader Pricing’ yang didefinisikan sebagai harga yang bertujuan memancing konsumen untuk mendatangi gerai ritel dan meningkatkan pembelian tanpa rencana.’Harga Heboh’ bertujuan meningkatkan lalulintas konsumen dan mendorong penjualan barang pelengkap. Harga tersebut sangat fantastis bagi konsumen bahkan bagi pedagang pasar karena biasanya lebih rendah dari harga beli bersih yang diperolehnya dari vendor.</p>
<p>Ketika konsumen tertarik dengan harga item target yang sangat fantastis dan mengunjungi gerai ritel, konsumen akan dipancing untuk membeli produk lain yang tersedia di dalam gerai. Semakin banyak produk lain yang dibeli tanpa direncanakan sebelumnya oleh konsumen, maka program promosi yang dilancarkan manajemen ritel melalui ‘Harga Heboh’ berhasil mencapai tujuannya.Istilah yang digunakan manajemen pasar modern dalam ‘Leader Pricing’ berbeda-beda. Carrefour menggunakan ‘Harga Heboh’, Giant ‘Murah Abis’, Hypermart ‘Cek Harga’, Yogya ‘Harga Heran’ dan lain-lain Walaupun istilah yang digunakan berbeda pada dasarnya memiliki tujuan yang sama.Program promosi ritel memiliki sasaran jangka pendek dan jangka panjang. Sasaran jangka pendek dari program promosi ritel adalah bertujuan meningkatkan lalulintas konsumen untuk meningkatkan penjualan dan lebih ditujukan sebagai usaha pencapaian kinerja operasional dalam suatu periode waktu tertentu. Sasaran jangka panjang tentunya adalah untuk membangun image gerai ritel di benak konsumen agar berbeda dengan pesaingnya.</p>
<p>Dengan memosisikan diri sebagai peritel yang menawarkan harga rendah, hypermarket berusaha membangun image mereka sejalan dengan ’Positioning Market’ melalui penawaran harga rendah secara konsisten. Melalui program promosi berkala, hypermarket berusaha menawarkan harga yang jauh di bawah harga pasaran umum untuk membangun loyalitas konsumen. Walaupun demikian serendah apapun harga promosi hypermarket, buyer berusaha menetapkan harga jual mereka di atas harga pokok pembelian untuk memperoleh sejumlah keuntungan.</p>
<p>Fenomena hypermarket menjual produk di bawah harga pokok pembelian biasanya justru terjadi pada item non promosi. Ketika gerai pesaing menetapkan harga lebih rendah manajemen hypermarket melakukan penyesuaian harga jual harga pesaing untuk item produk yang sama. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi persaingan yang akan merusak image gerai mereka di mata konsumen yang terbatas hanya untuk item merupakan target konsumen. Di luar produk tersebut manajemen hypermarket cenderung untuk mengabaikan perbedaan harga jual mereka dengan gerai pesaing.</p>
<p>Untuk mendapatkan efek psikologis yang dramatis, buyer seringkali memanipulasi harga promosi dengan melakukan konversi terhadap unit satuan produk. Sebagai contoh, dengan menyediakan ayam utuh yang memiliki bobot rata-rata 0.8kg/ekor buyer mengkonversi unit satuan yang semula ‘kilogram’ menjadi ‘ekor’. Hasil dari cara ini, efek psikologisnya terhadap konsumen akan lebih dramatis dibandingkan dengan menawarkan harga per kg. Program promosi yang dikembangkan manajemen hypermarket tidak semata dilakukan untuk kepentingan manajemen hypermarket. Berbagai pihak yang terlibat didalam program promosi turut merasakan manfaat dari pelaksanaan program promosi tersebut. Manajemen hypermarket memperoleh manfaat langsung dengan meningkatnya penjualan di dalam gerai. Konsumen mendapatkan manfaat langsung dengan memperoleh kebutuhan dengan harga murah. Pemasok memperoleh manfaat dari aktifitas marketing yang dilakukan di dalam gerai untuk meningkatkan penjualan maupun image tentang merk dan produk mereka di mata konsumen.</p>
<p>Dengan manfaat yang akan turut diperoleh pihak vendor, buyer akan bernegosiasi dengan vendor untuk memperoleh sejumlah uang dalam bentuk ‘Promotion Fee’ sebagai biaya kompensasi atas aktifitas marketing vendor di dalam gerainya ditambah berkurangnya keuntungan yang diperoleh manajemen hypermarket akibat penurunan persentase gross margin yang ditetapkan selama periode promosi. Manajemen hypermarket menggolongkan ‘Por-motion Fee’ yang diperolehnya sebagai pendapatan komersial yang biasa disebut ‘Commercial Margin’.</p>
<p>Dari penjelasan yang telah disampaikan dapat diambil sutau kesimpulan bahwa harga rendah yang ditawarkan gerai hypermarket, bahkan pada periode promosi bisa lebih rendah 20 – 50% dari harga pasaran umum bukan karena manajemen hypermarket menerapkan politik dumping dalam menjalankan bisnisnya sebagai-mana yang diadukan Asosiasi Seluruh Pedagang Pasar Indonesia (ASPPI) kepada Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KP-PU). Penetapan harga rendah hanyalah suatu strategi yang dikembangkan manajemen hypermarket untuk mengantisipasi panasnya suhu persaingan bisnis ritel saat ini, yang menekankan kepada harga rendah untuk menarik konsumen agar berbelanja di gerai mereka sehingga terbentuk loyalitas konsumen terhadap gerai yang akan menghasilkan keuntungan finansial bagi organisasi dalam waktu yang panjang.</p>
<p>Ketika situasi persaingan menekankan kepada harga rendah, manajemen hypermarket harus mampu menawarkan harga yang bersaing untuk mempertahankan usahanya dengan cara mengembangkan strategi EDLP dan program promosi ritel secara konsisten. Harga yang rendah dan program promosi berkala yang dikembangkan manajemen hypermarket menghasilkan tingkat keuntungan yang sangat tipis bagi organisasi hypermarket.  Untuk mengantisipasi persaingan tanpa mengorbankan keuntungan tipis yang diperolehnya, manajemen hypermarket melalui buyer berusaha menekan harga pokok pembelian dengan melakukan negosiasi secara intensif untuk memperoleh sejumlah discount pembelian dari vendor. Dari sejumlah discount pembelian yang diperolehnya, harga pokok pembelian gerai hypermarket lebih rendah dari pedagang pasar tradisional.</p>
<p>Oleh karena itu sangatlah wajar jika harga jual gerai hypermarket jauh lebih rendah dibandingkan pasar tradisional tanpa harus mempraktekkan politik dumping.Berkembangnya bisnis ritel di Indonesia yang menambah panasnya suhu persaingan saat ini memang mengancam keberadaan pasar tradisional. Seiring bertambahnya waktu dan berubahnya demografi masyarakat, pasar tradisional tidak akan penah bisa bersaing dengan pasar modern jika pihak yang terlibat di dalam pengelolaan pasar tradisional tidak melakukan tindakan yang nyata untuk dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan konsumen. Persoalan persaingan pasar tradisional dengan hypermarket sebenarnya tidak terbatas hanya pada persaingan harga akan tetapi persaingan tersebut lebih kepada memenuhi kebutuhan dan tuntutan konsumen yang sangat kompleks.</p>
<p>Dari sisi persaingan harga, rendahnya kekuatan pembelian yang dimiliki pedagang pasar tradisional secara individu serta terbatasnya pengetahuan tentang manajemen ritel modern belum memungkinkan pedagang pasar tradisional untuk memperoleh berbagai macam manfaat yang bisa digali dari pihak vendor.Pedagang pasar tradisional bisa bersaing dengan gerai hypermarket dalam sisi harga jika melakukan konsolidasi di internal pedagang pasar dengan melakukan pembelian secara bersama-sama sehingga kekuatan pembeliannya meningkat secara signifi-kan. Sebagai tambahan, pedagang pasar tradisional yang diberi tugas menangani bagian pembelian harus membekali diri dengan pengetahuan dan kemampuan di bidang manajemen ritel yang bisa diperoleh dari buku-buku maupun pakar atau praktisi ritel. Bekal pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya bisa digunakan untuk menggali peluang dan manfaat yang bisa diambil dari pemasok sehingga mampu menekan harga pokok pembelian dan mengoptimalkan keuntungan yang diperolehnya.  Penulis adalah</p>
<p>* <em>Praktisi Ritel Tinggal di Bandung</em>.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bimandiri.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bimandiri.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=37&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/27/mengintip-strategi-%e2%80%9dharga-heboh%e2%80%9d-hypermarket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/wildan.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wildan.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarasehan Agribisnis dan Penandatangan MOU Bimandiri &#8211; STA</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/23/sarasehan-agribisnis-dan-penandatangan-mou-bimandiri-sta/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/23/sarasehan-agribisnis-dan-penandatangan-mou-bimandiri-sta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 06:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amartabisma.wordpress.com/2007/11/23/sarasehan-agribisnis-dan-penandatangan-mou-bimandiri-sta/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Denny Hidajat Garut, 22 Nopember 2007. Bertempat di Bayongbong Garut,  CV Bimandiri, mengambil langkah strategis dengan melakukan penandatangan nota kesepahaman (MOU) dengan pengelola SubTerminal Agribisnis (STA) Bayongbong Garut. Penandatangan kerjasama dan nota kesepahaman ini dilakukan dalam rangkaian acara &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/23/sarasehan-agribisnis-dan-penandatangan-mou-bimandiri-sta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=32&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a title="sta1.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta1.jpg"></a><a title="sta2.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta2.jpg"></a><a title="sta21.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta21.jpg"></a><a title="cimg00981.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg00981.jpg"></a><a title="denny-hidajat.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/denny-hidajat.jpg"><img src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/denny-hidajat.thumbnail.jpg?w=500" alt="denny-hidajat.jpg" /></a> Oleh : Denny Hidajat</strong></p>
<p><strong>Garut, 22 Nopember 2007.</strong> Bertempat di Bayongbong Garut,  CV Bimandiri, mengambil langkah strategis dengan melakukan penandatangan nota kesepahaman (MOU) dengan pengelola SubTerminal Agribisnis (STA) Bayongbong Garut.</p>
<p>Penandatangan kerjasama dan nota kesepahaman ini dilakukan dalam rangkaian acara Sarasehan Agribisnis bertema &#8220;Menggagas Sistem Agribisnis yang Berkeadilan Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Bersama&#8221;, yang digelar oleh STA, dengan dukungan Masyarakat Ekonomi Syariah, Bimandiri, dan beberapa lembaga lain. Acara sarasehan ini, diisi antara lain dengan eskpose tentang STA, presentasi Bimandiri, presentasi dari perusahaan formulator benih tanaman pertanian, dan diskusi.</p>
<p><a title="sta1.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta1.jpg"><img style="width:420px;height:211px;" src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta1.jpg?w=635&#038;h=508" alt="sta1.jpg" width="635" height="508" /></a><a title="sta1.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta1.jpg"></a></p>
<p>STA Kabupaten Garut berdiri pada 20 Agustus 2003, dan dishakan operasionalnya sejak tanggal 12 Januari 2004 melalui SK Bupati Garut no 504 05/Kep-251-Perek/2003 tentang pembentukan Tim Koordinasi Pengelola Sub Terminal Agribisnis di Kabupaten Garut. STA berlokasi di Desa Karya Jaya Kecamatan Bayongbong. Tujuan pendirian STA diantaranya adalah memperlancar kegiatan dan meningkatkan efisiensi pemasaran komoditas agribisnis. Tujuan lain, memperudah pembinaan mutu hasil-hasil agribisnis yang meliputi penyediaan tempat, sortasi dan pengemasan, penyediaan air bersih, es, gudang, cooling room, clod storage, serta melatih para petani dan pedagan dalam mengemas hasil-hasil pertanian.</p>
<p>Untuk mendukung tujuan itu, STA bayongbong menyediakan beberapa layanan antara lain, pasar lelang komoditas agribisnis, klinik konsultasi agribisnis, penyediaan saprodi pertanian, penyimpanan hasil pertanian, bantuan keuangan mikro, sertifikat organik, laboratorium tanah, dan memfasilitasi pertemuan-pertemuan para pelaku bisnis. STA juga memiliki fasilitas gudang dan infrastrutktur lain, untuk kegiatan penyortiran dan pengemasan produk buah dan sayuran, sebelum kemudian dikirim ke pasar.</p>
<p>Dalam kegiatan saresehan ini, Kang Pepen, menyampaikan presentasi singkat tentang Bimandiri, dan menjelaskan visi dan misi Bimandiri dalam sektor usaha pertanian. Selain itu, presentasi juga disampaikan oleh pengelola STA, berupa ekspos visi dan misi, tantangan yang dimiliki STA, keunggulan, dan peluang pemasaran produk-produk pertanian.</p>
<p>Dalam kegiatan penandatangan MOU antara STA dan Bimandiri, disepakati beberapa hal yang merupakan manifestasi dari adanya kepercaayaan dan kesepahaman diantara kedua pihak dalam upaya memajukan usaha pertanian, khususnya di Garut. Dalam kerjasama ini, disebutkan bahwa STA akan bertindak sebagai penampung produk dan hasil-hasil pertanian, sedangkan Bimandiri akan bergerak di kegiatan pemasarannya. Penandatanganan ini, merupakan salah satu upaya Bimandiri untuk meningkatkan pengelolaan pasokan buah dan sayur untuk kebutuhan pasar modern, yang memang menjadi salah satu fokus usaha Bimandiri hingga saat ini. Dengan kerjasama ini, Bimandiri sebagai pemasar pun menjadi semakin diuntungkan karena lebih dekat dengan pusat produksi buah dan sayur, sehingga memiliki kepastian pasokan.</p>
<p><a title="sta21.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta21.jpg"><img style="width:440px;height:239px;" src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta21.jpg?w=567&#038;h=461" alt="sta21.jpg" width="567" height="461" /></a><a title="sta2.jpg" href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta2.jpg"></a></p>
<p>Bimandiri yang sebelumnya telah memiliki sentra pengepakan dan pengolahan sayur dan buah sendiri di Garut, melihat keberadaan STA potensial untuk meningkatkan daya saing produk agribisnis, khususnya buah dan sayur, selain juga untuk meningkatkan efiesiensi usaha.</p>
<p>Beberapa pihak juga berfikiran sama dan senada dengan Bimandiri. Namun, H. Uus, salah satu pelaku usaha agribisnis yang hadir dalam kesempatan tersebut, menilai masih perlunya ditumbuhkan kepercayaan terhadap fungsi dan sistem yang dijalankan di STA. &#8220;Para pelaku usaha agribinis oleh STA harus diperlakukan sebagai mitra dan bukan rival,&#8221; H. Uus</p>
<p>mengingatkan. Dukungan juga disampaikan oleh para penyuluh pertanian yang siap bekerjasama dengan pengelola STA dan para petani untuk memajukan usaha pertanian di Garut. Sementara Kang Budi, salah satu pelaku usaha dan juga peserta diskusi, mengingatkan agar STA fokus pada kegiatan yang dijalankan sehingga STA dapat berfungsi secara optimal. Pengurus juga diminta untuk bekerja dan bersikap profesional, terutama dalam upaya penciptaan pasar baru bagi produk-produk pertanian yang dimiliki STA.</p>
<p>Hadir dalam kesempatan ini, seluruh jajaran manajemen Bimandiri (Kang Pepeng, Kang Dedo, Kang Enet, Kang Entis, dan Kang Denny), para pengelola STA, para pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Garut, dan para pemangku kepentingan (Stakeholders) lainnya. (*)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bimandiri.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bimandiri.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=32&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/23/sarasehan-agribisnis-dan-penandatangan-mou-bimandiri-sta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/denny-hidajat.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">denny-hidajat.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sta1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/sta21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sta21.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>H. Sujadi : Menjadikan Gurame Komoditas Berkualitas Internasional</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/16/h-sujadi-menjadikan-gurame-komoditas-berkualitas-internasional/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/16/h-sujadi-menjadikan-gurame-komoditas-berkualitas-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 19:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitra Usaha Kami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amartabisma.wordpress.com/2007/11/16/h-sujadi-menjadikan-gurame-komoditas-berkualitas-internasional/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Amarta Bisma Keputusan H. Sujadi untuk membudidayakan ikan gurame sekitar dua puluh tahun lalu ternyata tidak keliru. Produk ikan gurame yang dibudidayakannya kini diterima oleh salah satu jaringan supermarket internasional sebagai produk yang terjamin kualitasnya. Selain akan dipasarkan &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/16/h-sujadi-menjadikan-gurame-komoditas-berkualitas-internasional/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=19&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> </em><strong>Oleh : Amarta Bisma<br />
</strong></p>
<p><em>Keputusan H. Sujadi untuk membudidayakan ikan gurame sekitar dua puluh tahun lalu ternyata tidak keliru. Produk ikan gurame yang dibudidayakannya kini diterima oleh salah satu jaringan supermarket internasional sebagai produk yang terjamin kualitasnya. Selain akan dipasarkan di jaringan toko supermarket ini, ikan Gurame H. Sujadi berpeluang menembus pasar ekspor.</em></p>
<p>Keberhasilan ini merupakan satu dari sekian banyak pengakuan yang diterima oleh H. Sujadi atas kerja keras dan keuletannya membudidayakan ikan gurame.  Ikan gurame (osphronemus Gouramy lac), merupakan ikan asli indonesia. Ikan ini dikenal luas oleh masyarakat di Jawa Barat dan Jawa Tengah, khususnya di wilayah Banyumas (Purwokerto dan Cilacap), serta Banjarnegara. Ikan ini umumnya dibudidayakan oleh masyarakat secara tradisional. Oleh Sujadi, ikan gurame dibudidaya dengan cara-cara modern, meski tanpa meninggalkan kearifan tradisional. Salah satu diantaranya, meski menggunakan pakan buatan pabrik untuk mempercepat pertumbuhan, Sujadi juga senantiasa mengimbanginya dengan memberi pakan daun-daunan, khususnya daun iles-iles dan sente.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>H. Sujadi with his Gurame</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Satu hal lain, Sujadi pantang menggunakan obat-obatan dan bahan kimia lain, untuk pengobatan ikan gurame yang terkena penyakit. Gurame dikenal rentan terkena hama dan penyakit, terlebih saat terjadi perubahan cuaca. Sebagai gantinya ayah tiga anak ini hanya rajin menaburi kolam guramenya dengan garam. Hasilnya ternyata terbukti manjur, jarang sekali ia mendapati ikan guramenya terserang penyakit. Cara ini didapatnya dari pemikirannya yang sederhana, “Ikan laut tak pernah ada yang terkena penyakit, itu karena mereka hidup di alut yang airnya asin,” katanya sembari tersenyum. Filosofi sederhana ini diterapkan oleh Sujadi yang ternyata terbukti mujarab menghindarkan ikan gurame dari hama dan penyakit.</p>
<p>Namun, tentu saja garam buka satu-satunya resep Sujadi dalam sukses berbudidaya gurame. Salah satunya adalah tahapan budidaya yang dengan dilakuknnya dengan disiplin. Diantraranya sejak pemilihan benih, penyiapan kolam, perlakuan pada kolam, diantaranya dengan menaburkan kapur tohor, dolomit, dan suplemen penyubur tanah, pemberian pakan yang terpola, hingga yang terakhir itu : rajin menaburi kolam guramenya dengan garam.</p>
<p><strong>Pendidik sekaligus Petani</strong></p>
<p>Sebelum terjun sebagai petani pembudidaya gurame, Sujadi adalah guru di SD, dan pembina pramuka. Aktifitasnya sebagai pembina pramuka menjadikannya sebagai salah seorang pembina pramuka terbaik se kabupaten Cilacap. Namun, Sujadi yang diwarisi sepetak tanah oleh orangtuanya di Desa Glempang, Maos Cilacap. Merasa menjadi guru &#8211; meski merupakan pekerjaan mulia &#8211; namun dirasakan tidak akan cukup menjamin kesejahteraan hidup keluarganya. Sujadi memilih untuk beralih profesi menjadi petani pembudidaya gurame dan  mengajukan pensiun muda dari profesi guru yang sudah lama ditekuninya. Dari dua petak kolam berukuran 200 meter persegi, di tahun 1987, kini berkembang menjadi 16 kolam, dengan luas keseluruhan mencapai 1,2 ha. Dari setiap kolam, setidaknya mampu menghasilkan 2 &#8211; 3 ton  ikan gurame per periode panen (4 bulan). Kolam ini pun rencananya akan diperluas lagi, untuk memenuhi permintaan terhadap ikan gurame yang semakin meningkat.</p>
<p>Selain mampu mengisi kebutuhan ikan gurame untuk beberapa restoran terkemuka di Jawa Barat, ikan gurame Sujadi juga dibeli oleh para petani gurame lain  di kawasan Jawa Tengah, dan sebagian kota di Jawa Barat seperti Ciamis, Garut dan Tasikmalaya. Selain menjadi petani, Sujadi juga menjadi distributor pakan yang diproduksi oleh salah satu perusahaan pakan terbesar di Indonesia. Pakan produksi PT Central Proteinaprima ini, selain digunakannya sendiri juga disalurkan untuk para petani pembudidaya gurame lainnya di sekitar Cilacap.</p>
<p>Karena keberhasilannya ini, Sujadi menjadi rujukan dan tempat bertanya para petani gurame lainnya. Tak hanya di wilayah Cilacap, juga di wilayah lain di luar Cilacap. Keberhasilannya bertani gurame membuatnya terpilih sebagai salah satu petani teladan tingkat nasional tahun 1996, yang mengantarnya ke istana untuk mendapat penghargaan dari presiden saat itu, Suharto.</p>
<p><strong>Jaminan Produk Berkualitas</strong></p>
<p>Kini, produk guramenya sudah menembus supermarket asal Perancis, CarrefourPerkenalan Haji Sujadi dengan jaringan supermarket asal Perancis ini berawal ketika salah satu pemasoknya, Amarta Bisma mengenalkan produk guramenya kepada salah satu toko milik supermarket asal Perancis itu di Jakarta. Tak disangka, permintaan terhadap gurame yang dikirim dalam bentuk olahan beku itu cukup disambut pasar. Permintan pun terus mengalir.</p>
<p>Pada saat yang bersamaan, Carrefour pun tengah membidik produk asli Indonesia untuk diikutsertakan dalam program Carfour Quality Line (CQL) atau Jaminan Produk Berkualitas sebagai komitmen perusahaan asal Perancis ini menyajikan produk terbaik untuk konsumennya. Gurame yang dibudidayakan H. Sujadi kemudian terpilih. Program ini sudah dijalankan Carefour di beberapa negara, dan di Indonesia, Gurame milik H. Sujadi adalah produk kedua (setelah produk udang asal Lampung) yang mendapat kehormatan untuk mengikuti program serupa.</p>
<p><strong>H. Sujadi dengan Tim Carrefour Indonesia</strong></p>
<p>Namun, jalan untuk menjadikan gurame terpilih sebagai produk dengan jaminan berkualitas tak selalu mudah. Beberapa persyaratan yang ditentukan oleh Carrefour sebagai pemasar produk cukup banyak dan beberapa diantaranya cukup sulit. Diantaranya keharusan adanya alur budidaya yang transparan sejak ikan berukuran benih, tahapan pembesaran, hingga ikan dikirimkan ke Carrefour. Selain itu, Sujadi juga harus melakukan pencatatan secara rinci pada setiap kolam yang dimilikinya. Ia juga diharuskan untuk menyertakan sertifikat yang menjamin pakan dan benih yang digunakannya untuk budidaya bebas dari hasil rekayasa genetis (GMO-<em>Genetics Modified Organism</em>). Persyaratan terakhir merupakan sebuah keharusan yang tidak boleh tidak harus dipatuhi, sebab Carrefour ingin menjamin keamanan pangan atas produk yang dipasarkannya.</p>
<p>Intinya, H. Sujadi dituntut untuk menjalankan cara bertani yang baik (GAP = <em>Good Agriculture Process</em>), selain juga melengkapi persyaratan tata cara bertani yang ramah lingkungan, serta keharusan untuk menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bahkan, tanpa mengetahui jargon CSR yang saat ini banyak digembar-gemborkan oleh berbagai kalangan, ia sudah sejak lama menerapkannya.</p>
<p>Buat H. Sujadi, program jaminan kualitas ini tetap saja tidak mengubah apapun dalam dirinya. Kesederhanaan adalah kesehariannya. Bersama sekitar 14 orang karyawannya, kegiataan sehari-harinya adalah mengurus kolam, serta menjadi tempat bertanya para petani binaannya. Produk guramenya kini, merupakan pionir untuk produk dengan jaminan kualitas terbaik, dan dipasarkan oleh jaringan supermarket ternama, yang memungkinkan menembus pasar internasional lewat jaringan pasar Carrefour yang mendunia.</p>
<p>Biodata</p>
<p>Nama : H. Sujadi<br />
Lahir : Banjarnegara, 14 Desember 1952<br />
Istri : Siti Uminah, Spd.<br />
Anak : Retno Nirwanasari, dr., Galih Adi Nugroho (Adi), (Lulusan D3 Perikanan IPB), Hernadi Nugroho (Ogo) (Mahasiswa D3 Perikanan Unsoed)<br />
Pendidikan : Lulusan Sekolah Pendidikan Guru<br />
Prestasi : Petani Teladan Nasional tahun 1995, Pembicara di berbagai seminar tentang gurame, Pembudidaya Gurame dengan Jaminan Produk Berkualitas dari Carrefour</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bimandiri.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bimandiri.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=19&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/16/h-sujadi-menjadikan-gurame-komoditas-berkualitas-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memberdayakan Petani dengan RPO</title>
		<link>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/15/memberdayakan-petani-dengan-rpo/</link>
		<comments>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/15/memberdayakan-petani-dengan-rpo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 15:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amartabisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Our Points of View]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amartabisma.wordpress.com/2007/11/15/memberdayakan-petani-dengan-rpo/</guid>
		<description><![CDATA[  Oleh : Denny Hidayat  Sudah sejak lama para petani dan pelaku usaha pertanian di negeri ini berada pada posisi yang terpinggirkan. Banyak kebijakan pemerintah yang seolah-olah mendukung dan melindungi para petani dalam prakteknya malah menyengsarakan dan menyeret petani dan para pelaku &#8230; <a href="http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/15/memberdayakan-petani-dengan-rpo/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=14&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg00981.jpg" title="cimg00981.jpg"></a><a href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/cimg00981.jpg" title="cimg00981.jpg"></a> <a href="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/denny.jpg" title="denny.jpg"><img src="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/denny.thumbnail.jpg?w=500" alt="denny.jpg" /></a> Oleh : Denny Hidayat</strong> </p>
<p>Sudah sejak lama para petani dan pelaku usaha pertanian di negeri ini berada pada posisi yang terpinggirkan. Banyak kebijakan pemerintah yang seolah-olah mendukung dan melindungi para petani dalam prakteknya malah menyengsarakan dan menyeret petani dan para pelaku usaha pertanian ke tabir kehancuran. Para petani umumnya hanya bermain di arena produksi dan selanjutnya menyerahkan pemasaran produk mereka kepada pihak ketiga dalam hal ini para bandar. Dalam sistem alur pasok tradisional, peran para bandar lah yang kemudian seolah-olah menjadi dewa penyelamat para petani karena mampu membeli dan memasarkan produk-produk mereka.</p>
<p>Namun, dalam kondisi tradisional, para bandar dapat menjadi penentu harga. Mereka dapat menekan para petani untuk menjual produk mereka dengan harga murah, di saat produk pertanian melimpah di pasaran. Dengan demikian, para petani tidak memiliki posisi tawar yang lebih baik. Menyiasati kondisi ini, konsep Rural Producer Organizations (RPO) dapat diadopsi dan dimanfaatkan untuk memberdayakan para petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka. RPO boleh jadi bukan sesuatu yang baru. Konsep ini telah banyak diterapkan dengan beragam istilah seperti Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), dan beragam istilah lainnya.<br />
  <br />
Secara sederhana, RPO atau Organisasi Produksi Pedesaan adalah suatu kelompok yang sengaja dibentuk untuk menjalankan kegiatan usaha bersama dalam bidang Agribisnis yang meliputi kegiatan budi daya, pemberian nilai tambah pada produk (pengemasan) sampai pemasaran.  Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat kegiatan – kegiatan penunjang yang dilakukan secara kelompok pula. Kelompok dibentuk atas kebutuhan bersama akan satu tujuan hingga manfaat akan dirasakan oleh para anggota secara bersama, adil dan bermanfaat berkelanjutan.</p>
<p>Saat pembentukan RPO, yang penting untuk diperhatikan adalah adanya kesamaan kepentingan dari para anggota, dalam hal ini para petani. Selain itu, para petani juga memiliki kesamaan permasalahan (dalam hal pemberian nilai tambah), kesamaan tujuan (pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan), kesamaan cara pandang (dalam hal pengelolaan dan pencapaian tujuan usaha), dan yang juga tak kalah penting adalah terletak dalam satu wilayah operasional.</p>
<p>Dalam mekanismenya, RPO tidak menyelenggarakan transaksi jual beli, yang ada hanyalah penyerahan hasil pertanian, untuk selanjutnya dikemas dan dipasarkan. Dengan demikian, para anggota tidak selalu memperoleh dana tunai saat menyerahkan hasil tani mereka. Pihak RPO mengusahakan pembayaran tunai kepada buyernya. Dan dengan demikian, para dapat anggota memperoleh dana secara minguan atau bulanan tergantung kesepakatan yang disepakati oleh anggota dan pengelola RPO.<br />
 <br />
Meski bersifat terbuka dan longgar, tidak serta merta RPO dijalankan dengan bebas dan tanpa aturan. Diperlukan syarat-syarat tertentu dalam pembentukannya, diantaranya ada bentuk lembaga kelompok, adanya susunan kepengurusan untuk mengelola dan mengurus lembaga RPO keseharian, serta adanya dinamika kelompok dan ada kegiatan kelompok.</p>
<p>Kegiatan usaha RPO akan meliputi beragam aspek, diantaranya unit usaha budidaya produksi, bokhasi, pembibitan, penyediaan pupuk pestisida, pengemasan produk pertanian dan pemasaran hasil produksi</p>
<p><strong>Usaha pertanian berkelanjutan<br />
</strong>Dengan demikian, ada banyak manfaat yang bisa didapat dari pengadopsian RPO dalam kegiatan dan usaha pertanian. Beberapa diantaranya adalah adanya pengaturan jawal tanam hingga panen oleh para anggota, hingga pengaturan kontinuitas produk dapat dijaga dan dipertahankan. Alhasil, para petanin dan kelompok tani dapat memiliki posisi dan kekuatan daya tawar yang lebih baik terhadap pasar.</p>
<p>Kelompok dapat mengatur jadwal tanam – panen hingga dapat mengatur kontinuitas produksi untuk mendapatkan kekuatan daya tawar terhadap pasar. Selain itu, manfaat lain yang bisa diperoleh adalah adanya perlindungan dalam kelangsungan usaha budaya dan penguatan permodal dan akses pasar yang lebih luas.   Anggota kelompok juga dimungkinkan untuk mendapatkan akses kepada pengembangan teknologi budidaya sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para petani di bidang budidaya hingga penciptaan nilai tambah. Selain itu, para petani atau kelompok tani yang selama ini dikenal tidak cukup bankable, kini memiliki peluang dan akses pendanaan melalui pinjaman perbankan atau dana pihak ketiga.</p>
<p><strong>Kendala Pendirian RPO </strong><br />
Meski terkesan mudah dipraktekan dan dikembangkan, pendirian dan pengembangan RPO masih menghadapi beberapa kendala. Kendala utama adalah sulitnya menyamakan perbedaan kepentingan – kepentingan yang dimiliki para petani. Kendala lain, lahan yang dimiliki dan dikelola para petani umumnya kecil sehingga perputaran jadwal tanam tidak selalu tersebar merata.  Akibatnya petani tidak selalu mendapatkan kondisi jadwal penanaman secara baik dan kondisi harga yang stabil. Faktor lainnya adalah kemampuan SDM petani umumnya cenderung masih rendah hingga kebutuhan personal untuk menggerakkan organisasi sangat terbatas. Sebenarnya kendala ini bisa disiasati dengan menyewa tenaga pendamping yang dapat membantu mengelola RPO.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bimandiri.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bimandiri.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimandiri.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimandiri.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimandiri.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimandiri.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimandiri.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimandiri.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimandiri.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimandiri.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimandiri.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimandiri.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimandiri.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimandiri.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimandiri.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimandiri.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimandiri.wordpress.com&amp;blog=7163440&amp;post=14&amp;subd=bimandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimandiri.wordpress.com/2007/11/15/memberdayakan-petani-dengan-rpo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/197959f8926044eb1d3f00e3c1cf8730?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amartabisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amartabisma.files.wordpress.com/2007/11/denny.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">denny.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
